ForKATA (Forum Kajian Kota) Makassar merupakan sebuah komunitas warga yang peduli kota Makassar, dan salah satu kepeduliannya menerbitkan media Suara Kota, yang terbit dalam bentuk cetak berupa Buletin Mingguan yang beredar di warga Makassar dan bentuk Online.

Dewan Pembina : Ado, Pemimpin Umum : Bure, Pemimpin Redaksi : Sirul Reporter : Bure, Joy, Agus, Alamat Redaksi : BTP Blok B Nomor 240 Tamalanrea, Makassar, Hp : 085242752603 / 085298848398, FB Group : ForKATA Makassar, Fanpage FB : ForKATA Makassar.

Entri Populer

Selasa, 14 Februari 2012

MERESPON POLITIK LOKAL


“Dari Penonton Menjadi Pemain” itu salah satu klakar tentang dunia perpolitikan.Selama ini terjadi kecenderungan dari berbagai gerakan demokrasi untuk menghindar dari pertarungan politik praktis dengan para partai mainstream melalui mekanisme politik  yang berlaku saat ini. Akibatnya telah nampak kita rasakan.  Delapan tahun Reformasi Negara kita berikan secara Cuma-Cuma kepada kekuatan politik busuk pro-pasar bebas yang menguasai arena politik di Parlemen baik pusat maupun Daerah. Para aktor Pro-Demokrasi mempunyai kecenderungan meremehkan peluang-peluang legal politik, seperti pemilu dan pilkada di daerah dan hanya puas berperan sebagai Pressure group.

Keadaan ini menyebabkan beberapa targetan dari transisi demokrasi tidak tercapai. Gerakan Pro-demokrasi tetap berdiri dipinggiran panggung, dan radikalisme massa yang sempat menguap hingga Fase keruntuhan Soeharto yang akhirnya mengalami pelemahan. Mengapa defisit demokrasi bsa terjadi? Itu karena aktivis idak terlibat dalam perjuangan politik dan memperkuat pranata demokrasi yang sudah ada. Sehingga memberi ruang gerak bebas para pembajak demokrasi untuk memnafaatkan semua alat politik yang ada untuk kepentngan Oligarki politiknya. Karena itu, Demos merekomendasikan  agar gerakan demokrasi terlibat dalm proses politik yang berlangsung bukan diluarnya.

Demos merekomendasikan Tiga hal penting yaitu ; Pertama membangun sebuah Platform Politik demokratik,Kedua mempererat hubungan grakan sosial, Ketiga, Reformasi perangkat hukum dan institusi demokrasi. (Joy)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar