ForKATA (Forum Kajian Kota) Makassar merupakan sebuah komunitas warga yang peduli kota Makassar, dan salah satu kepeduliannya menerbitkan media Suara Kota, yang terbit dalam bentuk cetak berupa Buletin Mingguan yang beredar di warga Makassar dan bentuk Online.

Dewan Pembina : Ado, Pemimpin Umum : Bure, Pemimpin Redaksi : Sirul Reporter : Bure, Joy, Agus, Alamat Redaksi : BTP Blok B Nomor 240 Tamalanrea, Makassar, Hp : 085242752603 / 085298848398, FB Group : ForKATA Makassar, Fanpage FB : ForKATA Makassar.

Entri Populer

Selasa, 14 Februari 2012

Pesta Demokrasi Tanpa Partai Politik, Ayo Dukung Calon Independen / Perseorangan


Badai ke-tak percayaan kini sedang menggulung partai politik (parpol). Bencana kebohongan dan tindakan kejahatan yang dilakukan parpol terutama orang-orangnya yang duduk didalam begitu sangat dahyat. Parpol tidak lagi dipercaya, akibat ulahnya sendiri memperburuk keadaan demokrasi di Indonesia dengan berbagai pelanggaran hukum yang dibuat. Korupsi kelas Paus sekarang mengalir dengan deras, Partai Demokrat (PD) yang merupakan partai penguasa dirundung kasus mega skandal korupsi yang menggurita.  Diindikasikan, setelah Nazaruddin (bendahara PD) diproses hukum kini giliran Wasekjen Anggelina Sondakh sebagai tersangka dan mungkin segera menyusul Anas Urbaningrum selaku Ketua Umum PD.

Maraknya kasus korupsi yang melanda parpol, yang tidak hanya oleh PD saja, tetapi banyak melibatkan orang-orang partai lain dalam kasus-kasus berbeda hingga pada tokoh-tokoh oknum kepala daerah mulai Gubernur, walikota dan mungkin juga Presiden RI bisa berkasus hukum. Apalagi dengan bergulirnya kembali kasus Bank Century, jelas membawa oknum Wakil Presiden RI, Boediono dan Pejabat Teras Bank Dunia, Sri Mulyani.

Timbul keputusasaan akan parpol, dan itu sangat wajar. Rasa prustasi itu menjadi ketakberdayaan melihat parpol yang menggurita menjadi jaringan mafia korupsi diberbagai lini kehidupan. Pantaskah kemudian menjadikan orang-orang di parpol ini sebagai pemimpin kita, jawabannya mungkin tidak. Makanya, keberadaan calon perseorangan ataupun calon independen menjadi kanalisasi akan kebuntuan demokrasi melalui jalur parpol.

Sehingga sangat diharapkan calon perseorangan atau calon independen bukanlah berasal dari parpol atau pernah bercokol di parpol. Tetapi menang orang yang masih bersih dan tidak terkontaminasi akan partai politik. Menghindarkan calon independen dari sosok pengusaha juga penting, dikarenakan hampir sebagian besar korupsi di parpol justru melibatkan pengusaha-pengusaha dalam memuluskan tindakan korup yang dilakukannya

Kran demokrasi tanpa partai politik, menjadi pilihan utama hari ini akan keberadaan parpol yang tak bisa lagi diandalkan. Saatnya kekuasaan parpol direbut mulai dari jabatan terendah RT dan RW, hingga Walikota dan Gubernur. Dan semoga saja, jabatan di legislatif juga dapat memasukkan calon perseorangan sebagai wakil rakyat.

Membersihkan koruspsi di negara ini, memang butuh pembersihan disemua lini terutama pada lini pemerintahan dan legislatif. Dan salah satu cara paling cepat adalah melalui pengusungan calon independen yang bersih, orang dari warga masyarakat dan bukan berasal dari orang-orang picik di pemerintahan.
Saatnya mengusung calon independen, ayo bergerak!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar