Apa perbedaan Pil KB dengan Pilkada? jawabannya Pil KB sudah lupa jadi, Pilkada sudah jadi lupa
Makassar - ForKATA (Forum Kajian Kota) Makassar bekerjasama dengan KPRM (Komite Perjuangan Rakyat Miskin), LAPAR, SIAGA, GARDAN, YLBHM dan ACSI/Ininnawa mengadakan Dialog Publik dan Workshop “Warga Berbicara Dinamika Politik Lokal” yang dilaksanakan, Sabtu-Minggu, (11-12/2/12).
Kegiatan ini mencoba merumuskan bagaimana membangun gerakan politik rakyat. Rumusan itu coba dipaparkan dalam brainstorming yang mengajak semua peserta kegiatan turut menyuarakan pendapat dan pengalaman mereka selama ini.
Dimana pertanyaan yang kemudian muncul bagaimana menyatukan isu, tujuan, strategi dan taktik. Dalam penyatuan itu, dianggap perlu adanya pembelajaran pemahaman penyadarannya, pemenuhan kebutuhan dasar dan lingkaran pengaruh.
Selain itu bertujuan, untuk mendapatkan masukan dan gagasan-gagasan dari akademisi, praktisi dan tokoh masyarakat terkait dinamika politik lokal dan situasi kehidupan warga dari waktu ke waktu. Untuk mendengarkan harapan dan pandangan umum warga terhadap dinamika dan praktik politik lokal saat sekarang. Menyerap aspirasi warga dan merumuskan dalam agenda alternatif untuk mendukung gerakan sosial dan persatuan politik kerakyatan warga kota
Alur proses dalam kegiatan ini diawali dengan panel diskusi dari narasumber, dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Sesi ini dilanjutkan dengan pendalaman subtansi materi dengan metode diskusi kelompok untuk memetakan dan membuat kategori isu. Hari kedua, mempertajam isu, dan memetakan masalah dan kebutuhan untuk membangun agenda-agenda strategis yang bisa dikerja bersama antar semua elemen kelompok masyarakat sipil warga kota.
Narasumber yang akan memperkaya dialog ini, diharapkan berasal dari akademisi DR., mengantar berdiskusi membahas tema, gerakan kultural dan politik kampung. Tema ini diharapkan mendapat gambaran bagaimana dimensi kultur warga terkait pandangan serta sikap politik warga dingkat tingkat kampung. Apa yang terjadi sebenarnya dan bagaimana situasi itu terbentuk? Apa yang strategis dilakukan oleh warga?
DR. KH Baharuddin, mengantar dan memberikan wawasan bagi peserta mengenai praktik politik untuk kemaslahatan ummat. Tema ini diangkat untuk menjawab bagaimana menilai moralitas politik, prilaku dan tindakan politikus dalam kaitan dengan kemaslahatan ummat di kota ini. bagaimana sebenarnya kontribusi agama dalam membangun budaya politik demokratis yang berbasis tata pemerintahan yang baik dan bersih
Himar, Sip (peneliti Dinamika Politik Lokal) menyampaikan temuan hasil risetnya dan mempertemukan dengan wacana warga tentang realitas politik. Wardah hafidz (Aktivis Gerakan Sosial dan Miskin Kota) memberikan kontribusi pemikiran dan berbagi pengalaman tentang agenda strategis perjuangan rakyat miskin kota.
Kegiatan ini sendiri, dipandu oleh Abd Karim (direktur Lapar) dan M. Haekal (direktur Transparansi Internasional Indonesia Makassar). Peserta dialog publik dan worksop ini berjumlah 50 orang yang berasal dari perkawakilan organisasi rakyat, NGO, organisasi profesi, lembaga kajian, dan perwakilan warga kota yakni, anggota SRMI, GARDAN, KPRM, FORKATA, LAPAR, ACSI/ININNAWA, SIAGA, dan sejumlah individu yang terlibat dalam inisiasi dan menggagas kegiatan ini.